Langsung ke konten utama

Gigi Berlubang, Harus Bagaimana? Cabut atau Tambal

Kompas.com

Apakah anda pernah mengalami gigi berlubang?

Gigi berlubang merupakan penyakit yang dapat menyerang siapa saja, terutama bagi mereka yang kurang menjaga kebersihan gigi dan mulut.

Seringkali gigi berlubang tidak menimbulkan gejala atau sakit saat masih tahap awal. Hal ini menyebabkan gigi berlubang sering sekali diabaikan. Namun saat lubang telah membesar dan telah mencapai pulpa, rasa sakit luar biasa mulai timbul dari lubang tersebut.

Saat lubang gigi telah membesar perlu dilakukan perawatan khusus. Mulai dari penambalan atau hingga harus dicabut. Lalu bagaimanakah baiknya? Tambal atau cabut?



Baca Juga
Sebelum membahas itu anda wajib mengetahui penanganan gigi berlubang sesuai dengan tingkat kerusakannya.

1. Lubang Gigi Kecil Tak Kasat Mata

Saat lubang masih sangat kecil dan bahkan tidak terlihat dengan kasat mata penanganannya akan menjadi lebih mudah. Anda cukup menggunakan flouride. Flouride dapat memperbaiki enamel gigi yang telah rusak dan memberikan penambalan pada lubang tak kasat mata.

Lalu dimana kita bisa mendapatkan flouride?

Kini hampir semua pasta gigi telah mengandung flouride. Pastikan sebelum membeli pasta gigi cek kandungan flouride di dalamnya.

2. Lubang Gigi Pembusukan Tahap Awal


Saat lubang gigi telah mencapai pembusukan tahap Awal biasanya lubang telah menembus enamel gigi dan mulai terjadi proses pembusukan gigi. Pada tahap ini sangat disarankan untuk dilakukan penambalan agar pembusukan tidak semakin menyebar. Penambalan gigi dapat dilakukan dengan berbagai jenis bahan seperti emas, resin komposit, perak dan por. Setiap jenis tambalan memiliki kelebihan maupun kekurangan masing-masing.

3. Lubang Gigi Pembusukan Tahap Lanjut

Jika lubang yang telah merusak enamel tidak segera di atasi, maka pembusukan akan terus berlanjut merusak bagian dalam gigi sehingga membuat gigi menjadi rapuh.
Gigi yang telah rapuh ini harus segera ditangani. 

Pada saat gigi telah rapuh kemungkinan dokter akan membuatkan crown / mahkota gigi untuk menggantikan mahkota gigi yang telah rusak. 

Mahkota gigi buatan ini dapat terbuat dari berbagai bahan sebagai berikut: 
Emas, porselen, resin, porselen logam lebur dan lain-lain

4. Lubang Gigi Pembusukan Hingga Pulpa

Bila Pembusukan tidak segera ditangani pembusukan akan terus berlanjut hingga mencapai saluran akar / pulpa. Pembusukan hingga saluran pulpa ini seringkali menimbulkan rasa sakit yang luar biasa dan tak jarang menyebabkan terjadinya pembengkakan gusi. 

Hal ini dapat terjadi karena di dalam pulpa terdapat jutaan syaraf gigi yang sangat sensitif, pembusukan akan menyebabkan kerusakan pada syaraf gigi dan menimbulkan rasa sakit.

Jika pembusukan telah mencapai pulpa maka wajib dilakukan perawatan saluran akar terlebih dahulu. Perawatan saluran akar ialah pembuangan jaringan syaraf, jaringan pembuluh darah dan setiap bagian yang telah busuk sampai bersih.

Setelah bersih baru dapat dilakukan penambalan gigi. Sama seperti tahap sebelumnya gigi akan dibuatkan crown atau mahkota gigi baru sebagai pengganti mahkota gigi alami yang telah rusak. 

5. Pembusukan Gigi hingga Akar Gigi

Saat pembusukan telah begitu parah dan telah mencapai akar gigi maka gigi tersebut sudah tidak dapat dipertahankan kembali. Jalan satu-satunya ialah melakukan pencabutan gigi. 

Namun gigi yang telah dicabut akan meninggalkan rongga yang dapat membuat gigi menjadi bergeser. Oleh karena itu diharapkan setelah pencabutan gigi dapat membuat rangkaian gigi palsu untuk mencegah terjadinya pergeseran gigi.


Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati, jangan anggap remeh gigi berlubang. Karena gigi yang berlubang bukan hanya menyebabkan sakit gigi. Pada kasus tertentu gigi berlubang dapat menyebabkan bakteri dapat menginfeksi jaringan tulang bahkan hingga ke otak.

Baik penambalan maupun pencabutan dapat menjadi solusi dari gigi berlubang, namun sangat disarankan untuk melakukan penambalan gigi terlebih dahulu. 



Komentar

Advertisement

loading...

TERPOPULER

Obat Penyembuh Kanker ditemukan di Kalimantan

Belum lama ini 2 Siswi SMA di Kalimantan telah menemukan obat untuk membunuh sel kanker. Obat tersebut pun telah di akui dunia.

Kedua siswi tersebut pun membawa hasil penelitiannya dalam ajang kompetisi Life Science di Seoul, Korea Selatan, pada 25 Juli 2019. Alhasil, mereka pun berhasil meraih medali Emas atas penemuan mereka tersebut.

Berkat penemuan kedua siswi Palangkaraya Kalimantan tersebut, tentu saja akan mengubah keadaan dunia medis dimasa mendatang. Ini menjadi pertama kalinya ditemukan tanaman yang mampu menyembuhkan kanker.

Sebelumnya sel kanker tidak ada obatnya, bahkan obat-obatan hanya mampu untuk meringankan perkembangan sel kanker.

Asal Mula Penemuan
Bagaimanakah kisah awal penemuan khasiat tumbuhan ini?
Adalah Daldin, warga suku Dayak asli di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, yang menyampaikan pertama kali. Ia pula yang memberi nama tumbuhan ini.
Kisahnya bermula pada 1970-1980-an. Di kurun waktu itu, ibunda Daldin menderita kanker payudara. Menurut dokter, l…

Kulit Gatal saat Kedinginan? Bisa jadi Alergi dingin, Berikut Pengobatannya

Sebagian orang atau mungkin anda mungkin pernah merasakan gatal saat terpapar udara dingin. Saat udara dingin secara tiba-tiba tubuh anda terutama kulit menjadi terasa gatal. Mungkin anda akan menganggap ini hal yang aneh dan tidak wajar, tapi itu bukan berarti tidak ada penjelasan medisnya.

Penyebab gatal saat udara dingin tidak selalu dikarenakan oleh alergi dingin. Terkadang kulit memang bereaksi gatal dengan udara dingin yang kering dikarenakan udara dingin tersebut membuat kulit anda menjadi kering dan kehilangan kelembabannya.

Reaksi gatal pada kulit memiliki ciri khas masing-masing sesuai dengan reaksi yang terjadi pada kulit. Seperti misalnya alergi dingin terkadang membuat kulit menjadi bercak merah atau bahkan bentol-bentol tetapi terkadang gatal saat udara dingin hanya membuat kulit kering dan gatal biasa saja.

Macam Penyebab Gatal Saat Udara Dingin Gatal saat udara dingin dapat disebabkan oleh beberapa hal, yaitu sebagai berikut :
1. Kulit Kering  Udara yang hangat cende…

Bahaya Menyiram Kepala duluan Saat Mandi, Cara Mandi yang Benar

Anda mungkin pernah mendengar bahwa saat mandi dengan menyiram kepala duluan itu sangat berbahaya bagi kesehatan, bahkan bisa menyebabkan stroke. Namun apakah itu benar?

Mandi siram kepala duluan Beresiko Stroke
Menurut Prof dr. Teguh Ranakusuma SpS, mandi dengan menyiram kepala duluan dapat meningkatkan resiko stroke bagi beberapa orang. Hal ini dipengaruhi oleh perubahan suhu secara mendadak di kepala. Menyiram kepala duluan bisa berbahaya apabila terdapat perbedaan signifikan antara suhu air dengan suhu tubuh.
"Jika seseorang yang tubuhnya sedang kepanasan lalu langsung diguyur kepalanya dengan air dingin, bisa menyebabkan saraf kaget atau bahkan stroke bila terjadi pada orang yang tidak sehat," jelas Prof dr Teguh Ranakusuma, SpS (K), dokter spesialis saraf dari Departemen Neurologi FKUI-RSCM, saat dihubungi detikHealth, Senin (26/9/2011)
Baca Juga Menurut dr Teguh perubahan suhu tubuh yang tiba-tiba sangatlah berbahaya. Perubahan suhu tubuh yang tiba-tiba dapat menyeba…

Luruhkan Batu Empedu dengan Apel

Siapa yang tidak tahu buah satu ini?
Apel adalah salah satu buah paling favorit bagi masyarakat dunia. Terdapat beragam jenis apel yang tersebar di seluruh dunia, namun di Indonesia kita sendiri mengenal 2 jenis yang cukup familiar, yaitu Apel Amerika (import) dan Apel Malang (lokal).

Sebagai buah yang cukup sering di buat Jus, siapa sangka ternyata buah ini dapat digunakan untuk mengobati batu empedu.

Baca Juga Batu empedu merupakan kumpulan kolesterol yang mengeras di dalam empedu. Pengerasan kolesterol ini dapat terjadi karena beberapa hal diantaranya ialah karena terlalu banyak mengonsumsi makanan yang berminyak.

Sejak dahulu apel dipercaya dapat melunakkan batu empedu dan membantu mengeluarkannya dari tubuh bersama dengan tinja. Batu empedu yang tidak di keluarkan sangat berbahaya bagi kesehatan.

Cara Menguarkan Batu Empedu secara Alami
Cara pengobatan sebagai berikut :
1. Minumlah empat gelas sari buah apel segar setiap hari, atau makanlah empat atau lima buah apel segar. Lakuk…