Ada pepatah bilang tidak kerja tidak makan? Ungkapan tersebut sangat tepat untuk menggambarkan situasi jaman sekarang. Entah itu kerja menjadi usahawan atau kerja ikut orang (karyawan), semua harus kerja jika ingin makan.
Liburan menjadi suatu cara untuk melepas penat saat bekerja. Berlibur, refreshing menjadi obat manjur penghilang stress saat sedang lelah saat bekerja, tetapi apakah tiap saat kita bisa berlibur semaunya? Jika jtu pengusaha bisa jadi jawabannya iya, namun jika karyawan tentu saja tidak. Jika kita lelah akan pekerjaan kita, kita tidak bisa seenaknya untuk istirahat atau berlibur.
Lalu bagaimana jika liburan masih jauh dan kita sudah merasa lelah bekerja?
Berikut saya rangkum beberapa tips untuk mengatasi rasa lelah dilansir dari alodokter.com :
Perhatikan Makanan dan Minuman yanc Anda Konsumsi
Makanan dan minuman yang anda konsumsi sangat berpengaruh pada kesehatan dan kebugaran anda, berikut beberapa saran makanan atau minuman yang baik atau tidak baik anda konsumsi saat merasa lelah :
- Hindari terlalu banyak Kafein, mungkin kita sering mendengar bahwa minum segelas kopi membuat kita lebih semangat dan tidak ngantuk, tapi jangan salah ternyata efek itu hanya sementara setelah kafein meninggalkan tubuh anda akan merasakan kelelahan (caffeine crash).
- Hindari makanan olahan / cepat saji seperti burger, permen dll, makanan ini memiliki kandungan pengawet dan garam yang membuat tubuh bekerja lebih lambat.
- Konsumsi makanan yang mengandung omega 3, menurut penelitian omega 3 dapat memacu semangat dan membuat tubuh lebih bugar.
- Cukupi asupan air minum anda, karena dehidrasi dapat menyebabkan kelelahan.
- Konsumsi kacang-kacangan untuk memenuhi kebutuhan energi anda.
- Hindari konsumsi alkohol atau minum-minuman keras
- Makanlah lebih sering dengan porsi yang kecil agar nutrisi makanan dapat terserap sempurna.
- Jagalah berat badan tetap ideal, karena jika terlalu gemuk membebani kerja jantung sehingga mudah merasa lelah.
Jauhi Stres
Kelolalah stres dengan baik, karena studi mengungkap faktor utama penyebab kelelahan adalah faktor pikiran atau stres. Studi mengungkap bahwa sekitar 50-80% faktor penyebab stres adalah karena faktor pikiran atau psikologis.
Lalu bagaimana cara menangani stres?
Berikut tipsnya :
- Cobalah melakukan yoga atau meditasi untuk menenangkan pikiran. Stres yang kronis dapat membuat anda lelah atau bahkan kehilangan semangat hidup.
- Selalu berkata iya pada setiap permintaan orang lain adalah salah satu sumber stres. Belajarlah untuk berkata tidak pada sesuatu yang memang anda tidak dapat untuk mengerjakannya. Anda harus tau batasan anda.
- Istirahatlah sejenak diantara sela waktu pekerjaan rutin anda. Studi mengungkap bahwa istirahat ditengah pekerjaan ternyata dapat meningkatkan produktivitas dalam bekerja. Tersenyum dan tertawa memacu energi positif untuk meredakan rasa lelah.
- Hindari konflik atau masalah dengan rekan kerja. Konflik dalam pekerjaan dapat memicu stres dan membuat anda kurang semangat dalam bekerja.
Aktif Bergerak
Kita sering sekali merasa bahwa kita lelah karena terus bergerak dan bekerja, sebenarnya itu tidak seluruhnya benar. Aktif bergerak dan berolahraga minimal 15-30 menit setiap hari ternyata dapat menambah level energi atau stamina kita. Sering olahraga juga membuat peredaran darah lancar dan menjadikan tubuh lebih sehat. Pada kenyataannya banyak pekerja yang merasa lelah dan sakit adalah pekerja dengan aktivitas yang mengandalkan pikiran seperti pekerja kantor. Sedang para pekerja berat justru memiliki tubuh yang lebih sehat.
Beristirahatlah yang Cukup
Menurut studi tidur siang dapat mengembalikan energi yang hilang dan meningkatkan produktivitas. Namun usahakan untuk tidur siang 10 menit dan tidak sampai 30 menit, karena jika tidur siang terlalu lama dikhawatirkan akan membuat malam menjadi sulit tidur. Usahakan untuk tidur jangan terlalu malam dan biasakan bangun pagi setiap harinya. Tidur terlalu malam atau bangun terlalu siang ternyata dapat membuat tubuh merasa lelah.
Jika anda telah menerapkan semua cara di atas dan masih merasa kelelahan. Ada baiknya anda mengkonsultasikan hal tersebut ke dokter.
Komentar
Posting Komentar