Langsung ke konten utama

Parasit Cacing Anikasiasis - Penyebab, Gejala, Pengobatan




ANISAKIASIS

1. Identifikasi.


Merupakan penyakit parasit dari saluran pencernaan manusia biasanya ditandai dengan gejala sakit pada abdomen, kejang dan muntah, oleh karena mengkonsumsi makanan mentah atau ikan laut yang belum diolah, yang mengandung larva cacing ascaridoid.

Larva yang motil bergerak menembus dinding lambung menimbulkan lesi atau ulkus akut disertai dengan mual, muntah dan sakit epigastrik, kadang disertai dengan hematemesis.

Larva ini mungkin migrasi ke atas dan menempel di dinding orofaring dan menyebabkan batuk. Di usus halus, larva menimbulkan abses eosinofil, dengan gejala menyerupai apendisitis atau enteritis. Pada saat larva menembus masuk rongga peritoneal, jarang sekali mengenai usus besar.

Diagnosa dibuat dengan menemukan larva dengan panjang 2 cm yang masuk kedaerah orofaring atau dengan menemukan larva melalui pemeriksaan gastroskopik atau
menemukan larva pada sampel jaringan yang diambil dengan cara pembedahan. Tes
serologis sedang dalam pengembangan.

2. Penyebab penyakit.

Larva nematoda dari sub famili Anisakinae genera Anisakis dan Pseudoterranova.

3. Distribusi penyakit.

Penyakit menimpa orang yang mengkonsumsi ikan laut, gurita atau cumi mentah atau yang tidak ditangani dengan baik (dibekukan, diasinkan, direndam garam atau diasap).

Kebiasaan makan ikan mentah ini umum terjadi di Jepang (sushi dan sashimi), Belanda (herring), Skandinavia (gravlax), dan di Pantai Pasifik dari Amerika Latin (ceviche).

Lebih dari 12.000 kasus ditemukan di Jepang. Dahulu penyakit ini sering ditemukan di Belanda. Namun sekarang terlihat jumlah penderita bertambah hampir diseluruh Eropa Barat dan AS dengan meningkatnya konsumsi ikan mentah.

4. Reservoir.

Anisakinae tersebar luas di alam, tetapi hanya jenis tertentu saja yang menjadi parasit pada mamalia laut dan merupakan ancaman bagi manusia. Siklus hidup parasit ini dialam meliputi transmisi larva dari satu predator ke predator lain, yaitu dari crustacea yang dimakan oleh cumi, gurita atau ikan, lalu dimakan oleh mamalia laut sedangkan manusia sebagai hospes insidental. 

5. Cara penularan

Larva infektif hidup di dalam mesenterium perut ikan; seringkali sesudah ikan mati larva  pindah ke otot ikan. Ketika dimakan oleh manusia larva dilepaskan pada waktu dicerna dalam perut, larva bisa menembus mukosa lambung atau mukosa usus.

6. Masa inkubasi

Gejala-gejala pada lambung bisa muncul dalam beberapa jam sesudah menelan larva infektif. Gejala pada usus besar dan usus halus muncul dalam beberapa hari hingga
beberapa minggu tergantung dari jumlah, besar dan lokasi larva.

7. Masa penularan

Penularan langsung dari orang ke orang tidak terjadi.

8. Kerentanan dan Kekebalan

Setiap orang rentan terhadap penyakit ini.

9. Cara - cara pemberantasan.


A. Tindakan pencegahan

1). Hindari mengkonsumsi ikan laut yang tidak dimasak dengan baik. Panaskan ikan
laut hingga 60 o C(140 o F) selama 10 menit, bekukan hingga – 35 o C (-31o F) atau lebih rendah selama 15 jam atau bekukan dengan cara biasa pada – 23o C (-10o F) selama paling tidak 7 hari, cara ini akan membunuh larva. Cara pengendalian yang dikembangkan akhir-akhir ini dilaksanakan dengan sukses di Belanda. Irradiasi efektif membunuh parasit.

2). Membersihkan dan membuang usus (eviscerasi) ikan secepat mungkin sesudah
ditangkap dapat mengurangi jumlah larva yang masuk ke dalam otot mesenterik.
 
3). Penerangan dengan lilin direkomendasikan untuk menerangi produk ikan dimana dengan penerangan ini parasit bisa dilihat.

B. Pengawasan penderita, kontak dan lingkungan sekitar.

1). Laporan pada instansi kesehatan setempat : tidak dianjurkan, Kelas 5 (lihat
Tentang pelaporan penyakit menular). Namun perlu dilaporkan jika ditemukan
satu kasus atau lebih di daerah yang sebelumnya tidak pernah dilaporkan ada
kasus, atau didaerah dimana tindakan pengendalian sedang berlangsung, kasus
yang ditemukan sebaiknya dilaporkan.
2). Isolasi : tidak diperlukan .
3). Disinfeksi serentak : tidak diperlukan.
4). Karantina : tidak diperlukan.
5). Imunisasi kontak : tidak diperlukan
6). Investigasi kontak dan sumber infeksi : tidak ada.
7). Pengobatan spesifik : menghilangkan larva dengan cara gastroskopik, eksisi dari
luka.

C. Penanggulangan wabah
tidak ada

D. Implikasi bencana
tidak ada.

E. Tindakan internasional
tidak ada.


Sumber Pustaka :
Chin, James (2000) , Manual Pemberantasan Penyakit Menular

Komentar

TERPOPULER

Manfaat Kesehatan dan Kandungan Nutrisi Buah Jeruk

Siapa yang tidak tahu akan buah satu ini?

Buah berwarna jingga (orange) manis ini merupakan salah satu buah yang sangat digemari. Memiliki rasa asam dan manis buah ini sangat sering disajikan dalam bentuk minuman seperti jus.

Masyarakat awam banyak yang mengetahui bahwa buah jeruk memiliki kandungan vitamin C yang cukup tinggi. Seperti kita ketahui vitamin C sangat baik untuk membantu penyembuhan sariawan dan memelihara daya tahan tubuh.

Namun ternyata buah jeruk memiliki banyak manfaat lain bagi kesehatan. Berikut manfaat buah jeruk bagi kesehatan :

Manfaat Buah Jeruk bagi Kesehatan 1. Mencegah Sakit Asma Jeruk memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu mengurangi peradangan pada saluran pernafasan. 
Pada era modernisasi sekarang ini radikal bebas semakin banyak tersebar dimana-mana. Setiap hari kita bisa terpapar radikal bebas.
Radikal bebas yang tersebar dapat menyebabkan korosi oksidasi. Korosi oksidasi dapat memperburuk peradangan dan menyebabkan asma. Jeruk dapat menetra…

Luruhkan Batu Empedu dengan Apel

Siapa yang tidak tahu buah satu ini?
Apel adalah salah satu buah paling favorit bagi masyarakat dunia. Terdapat beragam jenis apel yang tersebar di seluruh dunia, namun di Indonesia kita sendiri mengenal 2 jenis yang cukup familiar, yaitu Apel Amerika (import) dan Apel Malang (lokal).

Sebagai buah yang cukup sering di buat Jus, siapa sangka ternyata buah ini dapat digunakan untuk mengobati batu empedu.

Baca Juga Batu empedu merupakan kumpulan kolesterol yang mengeras di dalam empedu. Pengerasan kolesterol ini dapat terjadi karena beberapa hal diantaranya ialah karena terlalu banyak mengonsumsi makanan yang berminyak.

Sejak dahulu apel dipercaya dapat melunakkan batu empedu dan membantu mengeluarkannya dari tubuh bersama dengan tinja. Batu empedu yang tidak di keluarkan sangat berbahaya bagi kesehatan.

Cara Menguarkan Batu Empedu secara Alami
Cara pengobatan sebagai berikut :
1. Minumlah empat gelas sari buah apel segar setiap hari, atau makanlah empat atau lima buah apel segar. Lakuk…

Gigi Berlubang, Harus Bagaimana? Cabut atau Tambal

Apakah anda pernah mengalami gigi berlubang?

Gigi berlubang merupakan penyakit yang dapat menyerang siapa saja, terutama bagi mereka yang kurang menjaga kebersihan gigi dan mulut.

Seringkali gigi berlubang tidak menimbulkan gejala atau sakit saat masih tahap awal. Hal ini menyebabkan gigi berlubang sering sekali diabaikan. Namun saat lubang telah membesar dan telah mencapai pulpa, rasa sakit luar biasa mulai timbul dari lubang tersebut.

Saat lubang gigi telah membesar perlu dilakukan perawatan khusus. Mulai dari penambalan atau hingga harus dicabut. Lalu bagaimanakah baiknya? Tambal atau cabut?



Baca Juga Sebelum membahas itu anda wajib mengetahui penanganan gigi berlubang sesuai dengan tingkat kerusakannya.

1. Lubang Gigi Kecil Tak Kasat Mata Saat lubang masih sangat kecil dan bahkan tidak terlihat dengan kasat mata penanganannya akan menjadi lebih mudah. Anda cukup menggunakan flouride. Flouride dapat memperbaiki enamel gigi yang telah rusak dan memberikan penambalan pada lubang ta…

Kulit Gatal saat Kedinginan? Bisa jadi Alergi dingin, Berikut Pengobatannya

Sebagian orang atau mungkin anda mungkin pernah merasakan gatal saat terpapar udara dingin. Saat udara dingin secara tiba-tiba tubuh anda terutama kulit menjadi terasa gatal. Mungkin anda akan menganggap ini hal yang aneh dan tidak wajar, tapi itu bukan berarti tidak ada penjelasan medisnya.

Penyebab gatal saat udara dingin tidak selalu dikarenakan oleh alergi dingin. Terkadang kulit memang bereaksi gatal dengan udara dingin yang kering dikarenakan udara dingin tersebut membuat kulit anda menjadi kering dan kehilangan kelembabannya.

Reaksi gatal pada kulit memiliki ciri khas masing-masing sesuai dengan reaksi yang terjadi pada kulit. Seperti misalnya alergi dingin terkadang membuat kulit menjadi bercak merah atau bahkan bentol-bentol tetapi terkadang gatal saat udara dingin hanya membuat kulit kering dan gatal biasa saja.

Macam Penyebab Gatal Saat Udara Dingin Gatal saat udara dingin dapat disebabkan oleh beberapa hal, yaitu sebagai berikut :
1. Kulit Kering  Udara yang hangat cende…

Penyakit HIV-AIDS : Definisi, Pencegahan dan Pengobatan

Acquired Immunodeficiency Syndrome (Infeksi HIV, AIDS)

1. Identifikasi.
AIDS adalah sindroma penyakit yang pertama kali dikenal pada tahun 1981. Sindroma ini menggambarkan tahap klinis akhir dari infeksi HIV. Beberapa minggu hingga beberapa bulan sesudah terinfeksi, sebagian orang akan mengalami penyakit “self-limited mononucleosis-like” akut yang akan berlangsung selama 1 atau 2 minggu.
Orang yang terinfeksi mungkin tidak menunjukkan tanda atau simptom selama beberapa bulan atau tahun sebelum manifestasi klinis lain muncul. Berat ringannya infeksi ”opportunistic” atau
munculnya kanker setelah terinfeksi HIV, secara umum terkait langsung dengan derajat kerusakan sistem kekebalan yang diakibatkannya.
Definisi AIDS yang dikembangkan oleh CDC Atlanta tahun 1982 memasukkan lebih dari selusin infeksi “opportunistics” dan beberapa jenis kanker sebagai indikator spesifik akibat dari menurunnya kekebalan tubuh.
Di tahun 1987, definisi ini diperbaharui dan diperluas dengan memasukkan…