Langsung ke konten utama

Penyakit Anthrax - Penyebab, Gejala dan Pengobatan




ANTHRAX
(Malignant pustule, Malignant edema, Woolsorter disease, Ragpicker disease)


1. Identifikasi

Adalah penyakit bakteri akut biasanya mengenai kulit, sangat jarang mengenai orofaring, mediastinum atau saluran pencernaan. Pada anthrax kulit rasa gatal pada kulit yang terpajan adalah hal yang pertama kali terjadi, diikuti dengan lesi yang berubah menjadi papulair, kemudian vesikulair dan selama 2 – 6 hari berubah menjadi jaringan parut hitam.

Jaringan parut ini biasanya dikelilingi oleh bengkak ekstensif sedang, hingga berat.
Kadangkala disertai dengan gelembung kecil. Rasa sakit jarang muncul dan jika ada biasanya karena infeksi sekunder atau bengkak. Kepala, dahi dan tangan merupakan tempat dimana infeksi biasa muncul. Lesi ini kadang keliru dibedakan dengan Orf pada manusia (lihat penyakit virus Orf). Infeksi yang tidak diobati bisa menyebar ke daerah kelenjar limfe dan ke sistem peredaran darah dengan akibat terjadi septikemi.

Selaput otak bisa terkena. Anthrax kulit yang tidak diobati mempunyai angka “case fatality” antara 5 % - 20 %, dengan terapi antibiotik yang efektif, hanya terjadi sedikit kematian. Lesi berkembang berupa lesi yang sangat khas pada kulit bahkan sesudah dimulainya terapi antibiotik.


Gejala awal karena inhalasi anthrax mula-mula sangat ringan dan tidak spesifik termasuk demam, malaise dan batuk ringan atau sakit dada. Kemudian muncul gejala akut berupa gangguan pernapasan, gambaran sinar-x melebarnya mediastinum; demam dan syok akan terjadi dalam 3 – 5 hari dan tidak lama kemudian akan mengakibatkan kematian. Anthrax usus jarang terjadi dan lebih sulit untuk dikenal terkecuali jika muncul sebagai KLB keracunan makanan, dengan gejala berupa gangguan abdominal diikuti dengan demam, tanda-tanda septikemi dan kematian pada kasus-kasus tertentu. Bentuk orofaringeal dari penyakit primer pernah ditemukan.

Konfirmasi laboratorium dibuat dengan ditemukannya organisme penyebab penyakit di dalam darah, lesi atau discharge dengan pengecatan langsung Polikrom metilen biru
(M’Fadyean) atau dengan kultur atau dengan inokulasi dari tikus, marmoot atau kelinci.
Identifikasi cepat dari organisme dengan menggunakan tes Imunodiagnostik, ELISA & PCR mungkin hanya tersedia pada laboratorium rujukan tertentu.


2. Penyebab penyakit.

Bacillus anthracis, bakteri gram positif, berkapsul, membentuk spora, berbentuk batang
yang tidak bergerak.


3. Distribusi penyakit.

Merupakan penyakit utama herbivora, sedangkan manusia dan karnivora merupakan hospes insidential. Infeksi anthrax pada manusia bersifat sporadis dan jarang terjadi disebagian besar negara maju. Ia merupakan penyakit akibat kerja (occupational disease) utama para pekerja yang memproses kulit, bulu (terutama kambing) tulang, produk tulang dan wol, dokter hewan dan pekerja pertanian, pekerja yang menangani binatang liar (wildlife) dan mengenai mereka yang menangani binatang sakit.

Baca Juga Anthrax pada manusia endemis di wilayah pertanian, dimana didaerah itu kejadian anthrax pada binatang sangat umum ditemukan ; ini termasuk negara-negara di Amerika Tengah dan Selatan, Bagian  Selatan dan Timur, Asia, Afrika. Munculnya daerah baru infeksi anthrax pada hewan
ternak bisa terjadi melalui import makanan ternak yang mengandung tulang yang
terkontaminasi. Kejadian bencana alam seperti banjir bisa memicu timbulnya epizootik.

Antrhax di anggap sebagai alat yang sangat potensial untuk bioterorisme dan “biowarfare” (perang dengan menggunakan senjata biologis), pada saat terjadi perang biologis, anthrax dapat muncul sebagai kejadian yang secara epidemiologis sangat luar biasa.


4. Reservoir

Binatang, (biasanya herbivora, baik hewan ternak maupun liar), menyebarkan basil pada saat terjadi perdarahan atau tumpahnya darah pada saat hewan tersebut disembelih atau mati. Pada pajanan udara, bentuk vegetatif akan membentuk spora, dan spora dari B. anthraxis sangat resisten pada kondisi lingkungan yang kurang baik dan begitu juga disinfeksi tidak mempan, spora bisa hidup terus di tanah yang terkontaminasi selama bertahun-tahun.

B. anthraxis adalah bakteri komensal tanah yang tersebar di berbagai tempat di seluruh dunia. Pertumbuhan bakteri dan kepadatan spora tanah bisa meningkat karena banjir atau pada kondisi ekologi tertentu. Tanah juga dapat terkontaminasi oleh tahi/kotoran burung kering, yang menyebarkan organisme dari satu tempat ke tempat lain oleh karena burung tersebut habis makan bangkai yang terkontaminasi anthrax.

Kulit kering atau kulit yang diproses serta kulit dari binatang yang terinfeksi bisa
membawa spora hingga bertahun-tahun dan merupakan media penyebaran penyakit ke
seluruh dunia.


5. Cara penularan.

Infeksi kulit terjadi melalui kontak dengan jaringan binatang (sapi, biri-biri, kambing,
kuda, babi dan sebagainya) yang mati karena sakit; mungkin juga karena gigitan lalat
yang hinggap pada binatang-binatang yang mati karena anthrax, atau karena kontak
dengan bulu yang terkontaminasi, wol, kulit atau produk yang dibuat dari binatang-
binatang ini seperti kendang, sikat atau karpet; atau karena kontak dengan tanah yang terkontaminasi oleh hewan.

Tanah dapat juga tercemar anthrax karena dipupuk dengan limbah pakan ternak yang terbuat dari tulang yang tercemar. Inhalasi spora anthrax dapat terjadi pada proses industri yang berisiko, seperti pada waktu mewarnai kulit dan pada pemrosesan wol atau tulang; dimana saat itu dapat terjadi percikan dari spora B. anthracis.

Anthrax usus dan orofaringeal muncul karena memakan daging terkontaminasi yang tidak dimasak dengan baik; tidak ada bukti bahwa susu dari binatang terinfeksi dapat menularkan anthrax. Penyakit menyebar diantara binatang pemakan rumput melalui makanan dan tanah yang terkontaminasi; sedangkan penyebaran penyakit pada omnivora dan karnivora melalui daging, tulang atau makanan lain dan penyebaran pada binatang liar
terjadi karena binatang tersebut makan bangkai yang terkontaminasi anthrax. Infeksi tidak sengaja bisa terjadi pada petugas laboratorium.

Pada Tahun 1979, telah terjadi KLB karena inhalasi anthrax di Yekaterinburg
(Sverdlovsk), Rusia, dimana pada waktu itu 66 orang tewas dan 11 orang lainnya
selamat. Di duga saat itu masih ada banyak kasus lain yang terjadi. Hasil investigasi
memperlihatkan bahwa kasus anthrax ini diduga berasal dari sebuah institut penelitian biologi dan disimpulkan bahwa KLB terjadi karena percikan yang tidak disengaja sebagai akibat kecelakaan kerja pada kegiatan penelitian senjata biologis.


6. Masa inkubasi

Dari 1 – 7 hari. Walaupun masa inkubasi dapat mencapai 60 hari (di Sverdlovsk masa
inkubasi mencapai 43 hari).


7. Masa penularan.

Penularan dari orang ke orang sangat jarang. Barang dan tanah yang terkontaminasi oleh
spora bisa tetap infektif hingga puluhan tahun.


8. Kerentanan dan kekebalan.

Timbulnya kekebalan setelah infeksi tidak jelas; ada beberapa bukti dari infeksi yang
tidak manifest (‘inapparent”) diantara orang yang sering kontak dengan agen penyebab
penyakit; serangan ke dua dapat terjadi, tetapi jarang dilaporkan.


9. Cara pemberantasan

A. Tindakan pencegahan.
1). Berikan imunisasi kepada orang dengan risiko tinggi dengan vaksin cell-free yang
disiapkan dari filtrat kultur yang mengandung antigen protektif (tersedia di AS dari “Bioport corporation”, 3500 N. Martin Luther King, Jr. Boulevard, Lansing MI 48909). Terbukti bahwa vaksin ini efektif mencegah anthrax kulit dan pernapasan.; direkomendasikan untuk diberikan kepada petugas labororatorium yang secara
rutin bekerja dengan B. anthracis dan para pekerja yang menangani bahan industri
mentah yang potensial terkontaminasi. Vaksin ini juga dapat digunakan untuk
melindungi personil militer yang terpajan senjata perang biologis.

2). Beri penyuluhan kepada para pekerja yang menangani bahan-bahan yang potensial terkontaminasi anthrax sebagai penular anthrax, sebaiknya para pekerja menjaga kulit agar tidak lecet dan menjaga kebersihan perorangan.

3). Membersihkan debu dan membuat ventilasi yang baik di tempat-tempat kerja pada industri berbahaya; terutama yang menangani bahan mentah. Selalu melakukan supervisi medis pada para pekerja dan melakukan perawatan spesifik pada luka
dikulit. Pekerja sebaiknya menggunakan baju pelindung dan tersedia fasilitas yang
baik untuk mencuci tangan dan pakaian dan mengganti sesudah kerja. Tempatkan
ruang makan jauh dari tempat kerja. Uap formaldehid digunakan untuk disinfeksi
Pabrik tekstilyang terkontaminasi anthrax.

4). Lakukan pencucian secara menyeluruh, disinfeksi atau sterilkan bulu, wol dan
tulang atau bagian dari tubuh binatang lainnya yang akan dijadikan pakan ternak
sebelum diproses.

5). Kulit binatang yang terpajan anthrax jangan di jual. Bangkai binatang yang
terpajan anthrax jangan digunakan sebagai bahan pakan ternak.

6). Jika dicurigai terkena anthrax, jangan melakukan nekropsi pada binatang tersebut. Jika ingin mengambil sampel darah untuk kultur lakukan secara aseptis. Hindari
kontaminasi tempat pengambilan sampel. Jika nekrospi dilakukan dengan tidak
hati-hati, sterilkan seluruh bahan dan alat yang dipakai dengan otoklaf, insinerator
atau dilakukan disinfeksi dan fumigasi dengan bahan kimia.
Karena spora anthrax bisa hidup selama berpuluh-puluh tahun jika bangkai
dikubur, maka teknik pemusnahan yang paling baik adalah membakar bangkai
binatang tersebut dengan suhu tinggi (insinerasi) di tempat binatang itu mati atau
dengan mengangkut bangkai tersebut ke tempat insenerator, hati-hati agar tidak
terjadi kontaminasi sepanjang jalan menuju insenerator. Jika cara ini tidak memungkinkan, kuburlah dalam-dalam bangkai binatang itu di tempat binatang itu mati; jangan dibakar di lapangan terbuka. Tanah yang terkontaminasi dengan
bangkai atau kotoran binatang didekontaminasi dengan lye 5% atau kalsium oksida anhydrous (quicklime). Bangkai yang dikubur dalam-dalam sebaiknya di taburi
dengan quicklime.

7). Awasi dengan ketat buangan air limbah dari tempat yang menangani binatang-
binatang yang potensial terkontaminasi anthrax dan limbah dari pabrik yang
menghasilkan produk bulu, wol, tulang atau kulit yang mungkin terkontaminasi.

8). Berikan Imunisasi sedini mungkin dan lakukan imunisasi ulang setiap tahun
kepada semua hewan yang berisiko terkena anthrax. Obati hewan yang
menunjukkan gejala anthrax dengan penisilin atau tetrasiklin, berikan imunisasi sesudah terapi dihentikan. Hewan ini sebaiknya tidak disembelih hingga beberapa
bulan setelah sembuh. Pengobatan sebagai pengganti imunisasi dapat diberikan
kepada hewan yang terpajan sumber infeksi, seperti terpajan dengan makanan
ternak komersiil yang terkontaminasi.


B. Pengawasan penderita, kontak dan lingkungan sekitarnya.
1) Laporan kepada instansi kesehatan setempat; kasus anthrax wajib dilaporkan di
sebagian besar negara bagian dan negara-negara lain di dunia, Kelas 2A (lihat
tentang pelaporan penyakit menular). Laporan kepada badan yang berwenang
menangani pertanian dan hewan ternak wajib dilakukan juga.
Walaupun hanya ditemukan satu kasus anthrax pada manusia; terutama jenis
pernafasan, dianggap sebagai kejadian luar biasa sehingga harus dilaporkan segera
kepada pejabat yang berwenang di bidang kesehatan masyarakat dan kepada
penegak hukum sebagai bahan pertimbangan kemungkinan bahwa KLB ini bersumber dari kegiatan terorisme.

2). Isolasi : untuk anthrax kulit dan pernapasan lakukan tindakan kewaspadaan standar selama sakit. Dengan pemberian terapi antibiotik yang tepat lesi kulit bebas dari bakteri dalam waktu 24 jam namun lesi ini tetap berkembang sesuai dengan siklus
yang sangat khas dari lesi anthrax yaitu adanya ulcerasi, pengelupasan dan resolusi.

3). Disinfeksi serentak :
Disinfeksi dilakukan terhadap discharge dari lesi dan terhadap alat-alat yang kontak dengan tanah. Hipoklorit sangat baik dipakai untuk disinfeksi karena dapat membunuh spora dan digunakan jika bahan yang akan didisinfeksi volumenya kecil dan bahan tersebut tidak mudah korosif; hidrogen peroksida, asam perasetik dan glutaraldehid bisa menjadi alternatif; formaldehid, etilen oksida dan iradiasi kobalt juga sering digunakan. Memusnahkan spora dilakukan dengan sterilisasi uap, otoklaf atau dibakar untuk meyakinkan bahwa spora tersebut betul-betul telah musnah. Fumigasi dan disinfeksi kimia dapat digunakan untuk alat-alat berharga. Lakukan pembersihan menyeluruh.

4). Karantina : tidak diperlukan.

5). Imunisasi kontak : tidak diperlukan.

6). Investigasi kontak dan sumber infeksi :
Lakukan investigasi terhadap kemungkinan adanya riwayat seseorang terpajan
dengan binatang yang terinfeksi atau terpajan dengan produk dari binatang, dan
lacak tempat asalnya. Pada pabrik yang mengolah produk binatang, periksa apakah
telah dilakukan tindakan preventif yang tepat seperti yang dijelaskan pada 9A
diatas, Seperti dijelaskan pada 9B1 kemungkinan Anthrax bersumber dari kegiatan bioterorisme tidak bisa dikesampingkan terutama untuk kasus anthrax pada manusia, kasus-kasus tersebut sumber infeksinya tidak jelas.

7). Pengobatan spesifik; penisilin adalah obat pilihan untuk anthrax kulit dan
diberikan selama 5 – 7 hari. Tetrasiklin, eritromisin dan klorampenikol juga
efektif. Angkatan bersenjata Amerika merekomendasikan pemberian
Ciprofloxacin parenteral atau doksisiklin untuk anthrax pernapasan, lama
pengobatan tidak dijelaskan secara rinci.


C. Penanggulangan wabah
KLB anthrax merupakan penyakit akibat kerja pada peternakan. Wabah anthrax yang
jarang terjadi di AS adalah KLB yang bersifat lokal terjadi dikalangan pekerja yang
mengolah produk binatang, terutama bulu kambing. KLB anthrax yang terjadi
berkaitan dengan penanganan dan konsumsi daging ternak yang terinfeksi terjadi di
Asia, Afrika dan bekas negara Uni Sovyet.

D. Implikasi bencana :
Tidak ada, kecuali jika terjadi banjir di daerah yang terinfeksi.

E. Tindakan internasional :
Sterilkan bahan pakan ternak import yang mengandung tulang sebelum digunakan
sebagai makanan ternak. Disinfeksi wol, bulu dan produk lain dari binatang jika ada indikasi terinfeksi.

F. Pengamanan bioterorisme.
Selama tahun 1998, lebih dari 2 lusin ancaman anthrax terjadi di AS. Tidak ada
satupun dari ancaman ini terjadi. Prosedur umum di AS untuk menangani ancaman ini adalah :

1). Siapapun yang menerima ancaman penyebaran anthrax, segera melaporkan kepada
FBI (Federal Bureau of Investigation).

2). Di AS, FBI bertanggung jawab penuh untuk melakukan investigasi terhadap
ancaman senjata biologis dan lembaga lain harus bekerja sama memberikan
bantuan jika diminta oleh FBI.

3). Departemen kesehatan negara bagian dan Dinas Kesehatan setempat sebaiknya
juga di beritahu jika ada ancaman ini dan siap memberikan bantuan dan tindak
lanjut yang mungkin diperlukan.

4). Orang yang terpajan anthrax tidak menular, sehingga tidak perlu dikarantina.

5). Orang yang mungkin terpajan, sebaiknya di sarankan menunggu hasil
laboratorium dan tidak perlu diberi kemoprofilaksis. Jika mereka menjadi sakit
sebelum hasil tes laboratorium selesai, mereka harus segera menghubungi Dinas
Kesehatan setempat dan segera ke Rumah Sakit yang ditunjuk untuk mendapatkan
perawatan gawat darurat, dan mereka harus memberi tahukan kepada petugas
medis bahwa ia kemungkinan terpajan anthrax.

6). Jika penderita terbukti terpajan anthrax yang ditularkan melalui udara, penderita
harus segera mendapat pengobatan profilaktik pasca pajanan dengan antibiotik yang tepat (fluorokinolon adalah obat pilihan dan doksisiklin adalah obat
alternatif) dan vaksin. Imunisasi pasca pajanan dengan vaksin bebas sel yang tidak aktif di indikasikan sebagai tindak lanjut pemberian kemoprofilaksis sesudah suatu
insiden biologis. Imunisasi direkomendasikan karena kita tidak tahu apakah spora yang terhirup akan berkembang biak atau tidak. Imunisasi pasca pajanan terdiri dari 3 suntikan : sesegera mungkin sesudah terpajan dan pada minggu ke 2 dan ke 4 sesudah terpajan. Terhadap vaksin ini belum dilakukan evaluasi efektifitas dan keamanannya bagi anak-anak kurang dari 18 tahun dan orang dewasa berusia 60 tahun atau lebih.

7). Setiap orang harus mengikuti petunjuk teknis yang diberikan jika menghadapi
ancaman biologis.

8). Setiap orang dapat dilindungi dari spora anthrax dengan menggunakan jubah
pelindung, sarung tangan dan respirator yang menutupi seluruh muka dengan filter
yang memiliki efektifitas tinggi terhadap partikel udara “High-efficiency Particle
Air” – (HEPA), filter (level C) atau perlengkapan pernafasan “Self-Contained
Breathing Apparatus” (SCBA) (level B)

9). Orang yang terpajan dan kemungkinan besar terkontaminasi sebaiknya di
dekontaminasi dengan menggunakan sabun dan dibilas dengan air mengalir dalam
jumlah yang banyak. Biasanya larutan klorin tidak diperlukan. Cairan klorin
rumah tangga dengan perbandingan 1 : 10 (konsentrasi hipoklorit 0,5%)
digunakan bila terjadi kontaminasi luas dan bahan yang terkontaminasi ini tidak
bisa dibersihkan dengan air dan sabun. Melakukan dekontaminasi dengan klorin
hanya direkomendasikan sesudah dilakukan dekontaminasi dengan air dan sabun,
dan larutan klorin ini harus dibersihkan sesudah 10 hingga 15 menit.

10). Semua orang yang di dekontaminasi harus melepaskan pakaian dan barang-barang mereka dan memasukkannya ke dalam tas plastik, yang di beri keterangan yang jelas, berisi nama pemilik barang, nomer telpon yang bisa dihubungi, dan
keterangan tentang isi tas plastik tersebut. Barang-barang ini akan di simpan
sebagai barang bukti terhadap kemungkinan adanya tindakan kriminal dan barang
ini akan dikembalikan kepada pemiliknya bila ancaman ini tidak terbukti.

11). Jika paket atau amplop yang dicurigai berisi anthrax dalam keadaan tertutup (tidak terbuka), mereka yang menemukan amplop ini sebaiknya tidak melakukan apapun
selain menghubungi FBI. Upaya karantina, evakuasi, dekontaminasi dan kemoprofilaksis sebaiknya tidak dilakukan bila amplop atau paket dalam keadaan
tertutup. Untuk kejadian yang disebabkan oleh surat yang mungkin terkontaminasi,
lingkungan yang kontak langsung dengan surat tersebut harus di dekontaminasi
dengan larutan hipoklorit 0,5 % sesudah dilakukan investigasi terhadap kemungkinan adanya tindakan kriminal. Barang-barang pribadi juga perlu didekontaminasi dengan cara yang sama.


12). Bantuan teknis dapat diberikan segera dengan menghubungi “National Response
Center” di 800-424-8802 atau “Weapon of Mass Destruction Coordinator FBI”
setempat.



Sumber Pustaka :
Chin, James (2000) , Manual Pemberantasan Penyakit Menular

Komentar

Advertisement

loading...

TERPOPULER

Obat Penyembuh Kanker ditemukan di Kalimantan

Belum lama ini 2 Siswi SMA di Kalimantan telah menemukan obat untuk membunuh sel kanker. Obat tersebut pun telah di akui dunia.

Kedua siswi tersebut pun membawa hasil penelitiannya dalam ajang kompetisi Life Science di Seoul, Korea Selatan, pada 25 Juli 2019. Alhasil, mereka pun berhasil meraih medali Emas atas penemuan mereka tersebut.

Berkat penemuan kedua siswi Palangkaraya Kalimantan tersebut, tentu saja akan mengubah keadaan dunia medis dimasa mendatang. Ini menjadi pertama kalinya ditemukan tanaman yang mampu menyembuhkan kanker.

Sebelumnya sel kanker tidak ada obatnya, bahkan obat-obatan hanya mampu untuk meringankan perkembangan sel kanker.

Asal Mula Penemuan
Bagaimanakah kisah awal penemuan khasiat tumbuhan ini?
Adalah Daldin, warga suku Dayak asli di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, yang menyampaikan pertama kali. Ia pula yang memberi nama tumbuhan ini.
Kisahnya bermula pada 1970-1980-an. Di kurun waktu itu, ibunda Daldin menderita kanker payudara. Menurut dokter, l…

Gigi Berlubang, Harus Bagaimana? Cabut atau Tambal

Apakah anda pernah mengalami gigi berlubang?

Gigi berlubang merupakan penyakit yang dapat menyerang siapa saja, terutama bagi mereka yang kurang menjaga kebersihan gigi dan mulut.

Seringkali gigi berlubang tidak menimbulkan gejala atau sakit saat masih tahap awal. Hal ini menyebabkan gigi berlubang sering sekali diabaikan. Namun saat lubang telah membesar dan telah mencapai pulpa, rasa sakit luar biasa mulai timbul dari lubang tersebut.

Saat lubang gigi telah membesar perlu dilakukan perawatan khusus. Mulai dari penambalan atau hingga harus dicabut. Lalu bagaimanakah baiknya? Tambal atau cabut?



Baca Juga Sebelum membahas itu anda wajib mengetahui penanganan gigi berlubang sesuai dengan tingkat kerusakannya.

1. Lubang Gigi Kecil Tak Kasat Mata Saat lubang masih sangat kecil dan bahkan tidak terlihat dengan kasat mata penanganannya akan menjadi lebih mudah. Anda cukup menggunakan flouride. Flouride dapat memperbaiki enamel gigi yang telah rusak dan memberikan penambalan pada lubang ta…

Kulit Gatal saat Kedinginan? Bisa jadi Alergi dingin, Berikut Pengobatannya

Sebagian orang atau mungkin anda mungkin pernah merasakan gatal saat terpapar udara dingin. Saat udara dingin secara tiba-tiba tubuh anda terutama kulit menjadi terasa gatal. Mungkin anda akan menganggap ini hal yang aneh dan tidak wajar, tapi itu bukan berarti tidak ada penjelasan medisnya.

Penyebab gatal saat udara dingin tidak selalu dikarenakan oleh alergi dingin. Terkadang kulit memang bereaksi gatal dengan udara dingin yang kering dikarenakan udara dingin tersebut membuat kulit anda menjadi kering dan kehilangan kelembabannya.

Reaksi gatal pada kulit memiliki ciri khas masing-masing sesuai dengan reaksi yang terjadi pada kulit. Seperti misalnya alergi dingin terkadang membuat kulit menjadi bercak merah atau bahkan bentol-bentol tetapi terkadang gatal saat udara dingin hanya membuat kulit kering dan gatal biasa saja.

Macam Penyebab Gatal Saat Udara Dingin Gatal saat udara dingin dapat disebabkan oleh beberapa hal, yaitu sebagai berikut :
1. Kulit Kering  Udara yang hangat cende…

Manfaat Kesehatan dan Kandungan Nutrisi Buah Jeruk

Siapa yang tidak tahu akan buah satu ini?

Buah berwarna jingga (orange) manis ini merupakan salah satu buah yang sangat digemari. Memiliki rasa asam dan manis buah ini sangat sering disajikan dalam bentuk minuman seperti jus.

Masyarakat awam banyak yang mengetahui bahwa buah jeruk memiliki kandungan vitamin C yang cukup tinggi. Seperti kita ketahui vitamin C sangat baik untuk membantu penyembuhan sariawan dan memelihara daya tahan tubuh.

Namun ternyata buah jeruk memiliki banyak manfaat lain bagi kesehatan. Berikut manfaat buah jeruk bagi kesehatan :

Manfaat Buah Jeruk bagi Kesehatan 1. Mencegah Sakit Asma Jeruk memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu mengurangi peradangan pada saluran pernafasan. 
Pada era modernisasi sekarang ini radikal bebas semakin banyak tersebar dimana-mana. Setiap hari kita bisa terpapar radikal bebas.
Radikal bebas yang tersebar dapat menyebabkan korosi oksidasi. Korosi oksidasi dapat memperburuk peradangan dan menyebabkan asma. Jeruk dapat menetra…

Demam Virus Yang Disebabkan Oleh Arthropoda

ARTHROPOD-BORNE VIRAL ENCEPHALITIDES

MOSQUITO-BORNE VIRAL ENCEPHALITIDES

JAPANESE ENCEPHALITIS
WESTERN EQUINE ENCEPHALITIS
EASTERN EQUINE ENCEPHALITIS
ST. LOUIS ENCEPHALITIS
MURRAY VALLEY ENCEPHALITIS (AUSTRALIAN ENCEPHALITIS) 
LACROSSE ENCEPHALITIS CALIFORNIA ENCEPHALITIS ROCIO EENCEPHALITIS
JAMESTOWN CANYON ENCEPHALITIS
SNOWSHOE HARE ENCEPHALITIS
1. Identifikasi

Kelompok virus yang menyebabkan radang akut yang dalam waktu singkat mengenai
bagian bagian dari otak, sumsum tulang belakang dan selaput otak. Tanda dan gejala
penyakit ini sama, tapi sangat bervariasi dan tergantung pada tingkat berat - ringan dan
perjalanan penyakit. Sebagian besar infeksi tidak menampakkan gejala, gejala ringan
kadang terjadi berupa sakit kepala dengan demam atau berupa aseptic meningitis. Infeksi berat biasanya ditandai dengan gejala akut, berupa sakit kepala, demam tinggi, tanda-tanda meningeal, pingsan (stupor), disorientasi, koma, gemetar, kadang kejang (terutama pada anak-anak) dan spastik…