Langsung ke konten utama

Demam Berdarah - Penyebab, Gejala dan Pengobatan



DEMAM BERDARAH ARENAVIRAL AFRIKA SELATAN
ICD-9 078.7; ICD-10 A 96
DEMAM BERDARAH JUNIN (ARGENTINIAN) ICD-10 A96.0
DEMAM BERDARAH MACHUPO (BOLIVIAN) ICD-10 A96.1
DEMAM BERDARAH GUANARITO (VENEZUELAN) ICD-10 A96.8
DEMAM BERDARAH SABIA (BRAZILIAN) ICD-10 A96.8

1. Identifikasi.


Demam akut viral, berlangsung selama 7-15 hari. Onset berlangsung secara perlahan
dimulai dengan malaise, sakit kepala, sakit “retro orbital “, mata merah dan demam,
berkeringat diikuti dengan kelelahan. Mungkin ada petekie dan ekimose diikuti dengan eritema di muka, leher dan dada bagian atas. Enantem dengan petekie pada palatum molle sering terjadi. Infeksi yang berat menyebabkan epistaksis, hematemesis, melena, hematuri
dan perdarahan gusi, ensefalopati, tremor dan sering terjadi berkurangnya reflex tendon.

Bradikardi dan hipotensi disertai syok/renjatan sering ditemukan, dengan karakteristik adanya lekopeni dan trombositopeni. Albuminuria sering ditemukan disertai adanya silinder seluler dan granuler serta silinder epitel sel yang berlobang di dalam urin. CFR berkisar antara 15-30%. Diagnosis dibuat dengan mengisolasi virus atau ditemukannya
antigen dalam darah dan organ dengan pemeriksaan PCR atau serologis dengan IgM ELISA atau deteksi dari neutralizing antibody yang meningkat atau meningkatnya titer
ELISA atau IFA. Studi laboratorium untuk isolasi virus dan tes neutralizing antibody”
membutuhkan BSL-4 (Biosafety Level – 4)

2. Penyebab Infeksi.

Kompleks Tacaribe dari arenavirus : yaitu virus Junin untuk penyakit Demam Berdarah Argentina; virus yang sangat dekat dengan virus Machupo untuk Demam Berdarah
Bolivia; virus Guanarito untuk Demam Berdarah Venezuela; virus Sabia untuk Demam Berdarah Brazilia. (virus ini berhubungan dengan demam Lassa dan koriomeningitis Limfositik).

3. Distribusi Penyakit.

Demam berdarah Argentina pertama kali ditemukan diantara para pemetik jagung di Argentina pada tahun 1955. Sekitar 200-300 kasus dilaporkan dari daerah endemis di
Argentina setiap tahun sebelum dilakukan imunisasi secara luas; Saat ini insidensnya
sekitar 100 kasus atau kurang pada tahun-tahun terakhir. Penyakit ini biasanya muncul dari bulan Maret hingga Oktober (musim gugur dan salju). Kejadiannya lebih sering pada laki-laki dibandingkan dengan perempuan terutama menimpa usia 15-60 tahun.

Penyakit yang sama, yaitu Demam Berdarah Bolivia, disebabkan oleh virus yang hampir sama. Terjadi secara sporadis atau muncul sebagai wabah didaerah pedesaan timur laut di Bolovia. Pada bulan Juli –Sept 1994, ada 9 kasus, dengan 7 meninggal. Pada tahun 1989, Terjadi KLB penyakit dengan gejala perdarahan berat di Guanarito, Venezuela. Ada 104 kasus, 24 diantaranya meninggal yang terjadi antara bulan Mei 1990 sampai dengan Maret 1991.
Menimpa penduduk pedesaan Guanarito dan daerah sekitarnya. 

Semenjak itu kasus-kasus yang sama di laporkan secara intermiten, dan Virus ini tetap ditemukan pada tikus. Virus Sabia menyebabkan penyakit yang fatal dengan gejala perdarahan dan terjadi di Brazil pada tahun 1990. Infeksi laboratorium yang terjadi di Brasilia pada tahun 1992 dan di AS diobati dengan Ribavirin.

4. Reservoir

Di Argentina, sebagai reservoir untuk virus Junin adalah tikus liar yang hidup di padang rumput (terutama Calomys musculinus) sedangkan di Bolivia, C. callosus adalah sebagai binatang reservoir. Tikus tebu (Zyangodontomys brevicauda) diduga sebagai reservoir Guanarito. Reservoir virus Sabia tidak diketahui, walaupun tikus diperkirakan sebagai tuan rumah.

5. Cara Penularan.

Penularan pada manusia terjadi terutama dengan menghirup partikel melayang yang
berasal dari kotoran tikus yang mengandung virus, atau yang berasal dari air liur tikus dan tubuh tikus yang terpotong-potong oleh alat-alat pertanian. Virus yang ada di lingkungan sekitar kita bisa menjadi infektif apabila terbentuk partikel melayang yang dihasilkan dari proses kegiatan pertanian masuk kedalam saluran pernafasan atau pencernaan, namun walaupun sangat jarang terjadi penularan virus Machupo dari orang ke orang pernah dilaporan terjadi di lingkungan fasilitas pelayanan kesehatan dan keluarga.

6. Masa Inkubasi :

Biasanya antara 7-16 hari.

7. Masa penularan.

Jarang terjadi penularan langsung dari orang ke orang, walaupun pernah dilaporkan terjadi pada penyakit Demam Berdarah Bolivia dan Argentina.

8. Kerentanan dan kekebalan.

Nampaknya semua usia rentan terhadap penyakit ini, timbul kekebalan tubuh yang
bertahan dalam waktu yang tidak diketahui sesudah infeksi. Terjadi juga infeksi subklinis.

9. Cara-cara pemberantasan.


A. Tindakan Pencegahan.
Pengendalian tikus di rumah telah dilakukan dengan sukses di Bolivia. Di Argentina, kontak dengan manusia biasanya terjadi di ladang dan penyebaran tikus yang begitu
luas membuat pengendalian menjadi lebih sulit. Vaksin Junin yang dibuat dari virus
yang dilemahkan dan sangat efektif telah digunakan terhadap 150.000 orang lebih di
Argentina. Vaksin ini tidak terdaftar di AS. Pada binatang percobaan vaksin ini efektif
melawan virus Machupo tapi tidak terhadap virus Guanarito.

B. Pengawasan penderita, kontak dan lingkungan sekitarnya.

1). Laporan ke instansi kesehatan setempat : Di daerah endemis tertentu; di banyak
negara penyakit ini tidak termasuk penyakit yang wajib dilaporkan, dia termasuk
kelas 3A (lihat tentang pelaporan penyakit menular).

2). Isolasi : Dilakukan isolasi ketat selama periode demam akut. Melindungi sistem
pernapasan mungkin dibutuhkan dilakukan bersama-sama dengan metode
perlindungan yang lainnya.
3). Disinfeksi serentak : dilakukan terhadap sputum dan sekret saluran pernapasan,
dan barang barang yang terkontaminasi darah penderita.

4). Karantina : tidak dilakukan.
5). Imunisasi kontak : tidak dilakukan.
6). Investigasi kontak dan sumber infeksi : lakukan pengamatan terhadap binatang
pengerat, jika memungkinkan lakukan pemberantasan.
7). Pengobatan spesifik : Plasma kebal spesifik diberikan dalam waktu 8 hari saat
mulai sakit untuk Demam Berdarah Argentina sedangkan pemberian Ribavirin
bermanfaat untuk keempat jenis Demam Berdarah.

C. Penanggulangan wabah : Pemberantasan Tikus, pertimbangkan pemberian
imunisasi.

D. Implikasi Bencana : tidak ada.

E. Tindakan internasional : tidak ada.


Sumber Pustaka :
Chin, James (2000) , Manual Pemberantasan Penyakit Menular

Komentar

Advertisement

loading...

TERPOPULER

Obat Penyembuh Kanker ditemukan di Kalimantan

Belum lama ini 2 Siswi SMA di Kalimantan telah menemukan obat untuk membunuh sel kanker. Obat tersebut pun telah di akui dunia.

Kedua siswi tersebut pun membawa hasil penelitiannya dalam ajang kompetisi Life Science di Seoul, Korea Selatan, pada 25 Juli 2019. Alhasil, mereka pun berhasil meraih medali Emas atas penemuan mereka tersebut.

Berkat penemuan kedua siswi Palangkaraya Kalimantan tersebut, tentu saja akan mengubah keadaan dunia medis dimasa mendatang. Ini menjadi pertama kalinya ditemukan tanaman yang mampu menyembuhkan kanker.

Sebelumnya sel kanker tidak ada obatnya, bahkan obat-obatan hanya mampu untuk meringankan perkembangan sel kanker.

Asal Mula Penemuan
Bagaimanakah kisah awal penemuan khasiat tumbuhan ini?
Adalah Daldin, warga suku Dayak asli di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, yang menyampaikan pertama kali. Ia pula yang memberi nama tumbuhan ini.
Kisahnya bermula pada 1970-1980-an. Di kurun waktu itu, ibunda Daldin menderita kanker payudara. Menurut dokter, l…

Gigi Berlubang, Harus Bagaimana? Cabut atau Tambal

Apakah anda pernah mengalami gigi berlubang?

Gigi berlubang merupakan penyakit yang dapat menyerang siapa saja, terutama bagi mereka yang kurang menjaga kebersihan gigi dan mulut.

Seringkali gigi berlubang tidak menimbulkan gejala atau sakit saat masih tahap awal. Hal ini menyebabkan gigi berlubang sering sekali diabaikan. Namun saat lubang telah membesar dan telah mencapai pulpa, rasa sakit luar biasa mulai timbul dari lubang tersebut.

Saat lubang gigi telah membesar perlu dilakukan perawatan khusus. Mulai dari penambalan atau hingga harus dicabut. Lalu bagaimanakah baiknya? Tambal atau cabut?



Baca Juga Sebelum membahas itu anda wajib mengetahui penanganan gigi berlubang sesuai dengan tingkat kerusakannya.

1. Lubang Gigi Kecil Tak Kasat Mata Saat lubang masih sangat kecil dan bahkan tidak terlihat dengan kasat mata penanganannya akan menjadi lebih mudah. Anda cukup menggunakan flouride. Flouride dapat memperbaiki enamel gigi yang telah rusak dan memberikan penambalan pada lubang ta…

Kulit Gatal saat Kedinginan? Bisa jadi Alergi dingin, Berikut Pengobatannya

Sebagian orang atau mungkin anda mungkin pernah merasakan gatal saat terpapar udara dingin. Saat udara dingin secara tiba-tiba tubuh anda terutama kulit menjadi terasa gatal. Mungkin anda akan menganggap ini hal yang aneh dan tidak wajar, tapi itu bukan berarti tidak ada penjelasan medisnya.

Penyebab gatal saat udara dingin tidak selalu dikarenakan oleh alergi dingin. Terkadang kulit memang bereaksi gatal dengan udara dingin yang kering dikarenakan udara dingin tersebut membuat kulit anda menjadi kering dan kehilangan kelembabannya.

Reaksi gatal pada kulit memiliki ciri khas masing-masing sesuai dengan reaksi yang terjadi pada kulit. Seperti misalnya alergi dingin terkadang membuat kulit menjadi bercak merah atau bahkan bentol-bentol tetapi terkadang gatal saat udara dingin hanya membuat kulit kering dan gatal biasa saja.

Macam Penyebab Gatal Saat Udara Dingin Gatal saat udara dingin dapat disebabkan oleh beberapa hal, yaitu sebagai berikut :
1. Kulit Kering  Udara yang hangat cende…

Manfaat Kesehatan dan Kandungan Nutrisi Buah Jeruk

Siapa yang tidak tahu akan buah satu ini?

Buah berwarna jingga (orange) manis ini merupakan salah satu buah yang sangat digemari. Memiliki rasa asam dan manis buah ini sangat sering disajikan dalam bentuk minuman seperti jus.

Masyarakat awam banyak yang mengetahui bahwa buah jeruk memiliki kandungan vitamin C yang cukup tinggi. Seperti kita ketahui vitamin C sangat baik untuk membantu penyembuhan sariawan dan memelihara daya tahan tubuh.

Namun ternyata buah jeruk memiliki banyak manfaat lain bagi kesehatan. Berikut manfaat buah jeruk bagi kesehatan :

Manfaat Buah Jeruk bagi Kesehatan 1. Mencegah Sakit Asma Jeruk memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu mengurangi peradangan pada saluran pernafasan. 
Pada era modernisasi sekarang ini radikal bebas semakin banyak tersebar dimana-mana. Setiap hari kita bisa terpapar radikal bebas.
Radikal bebas yang tersebar dapat menyebabkan korosi oksidasi. Korosi oksidasi dapat memperburuk peradangan dan menyebabkan asma. Jeruk dapat menetra…

Demam Virus Yang Disebabkan Oleh Arthropoda

ARTHROPOD-BORNE VIRAL ENCEPHALITIDES

MOSQUITO-BORNE VIRAL ENCEPHALITIDES

JAPANESE ENCEPHALITIS
WESTERN EQUINE ENCEPHALITIS
EASTERN EQUINE ENCEPHALITIS
ST. LOUIS ENCEPHALITIS
MURRAY VALLEY ENCEPHALITIS (AUSTRALIAN ENCEPHALITIS) 
LACROSSE ENCEPHALITIS CALIFORNIA ENCEPHALITIS ROCIO EENCEPHALITIS
JAMESTOWN CANYON ENCEPHALITIS
SNOWSHOE HARE ENCEPHALITIS
1. Identifikasi

Kelompok virus yang menyebabkan radang akut yang dalam waktu singkat mengenai
bagian bagian dari otak, sumsum tulang belakang dan selaput otak. Tanda dan gejala
penyakit ini sama, tapi sangat bervariasi dan tergantung pada tingkat berat - ringan dan
perjalanan penyakit. Sebagian besar infeksi tidak menampakkan gejala, gejala ringan
kadang terjadi berupa sakit kepala dengan demam atau berupa aseptic meningitis. Infeksi berat biasanya ditandai dengan gejala akut, berupa sakit kepala, demam tinggi, tanda-tanda meningeal, pingsan (stupor), disorientasi, koma, gemetar, kadang kejang (terutama pada anak-anak) dan spastik…