Langsung ke konten utama

Demam Virus Yang Disebabkan Oleh Arthropoda



ARTHROPOD-BORNE VIRAL ENCEPHALITIDES

MOSQUITO-BORNE VIRAL ENCEPHALITIDES

JAPANESE ENCEPHALITIS


WESTERN EQUINE ENCEPHALITIS


EASTERN EQUINE ENCEPHALITIS


ST. LOUIS ENCEPHALITIS
MURRAY VALLEY ENCEPHALITIS (AUSTRALIAN ENCEPHALITIS) 


LACROSSE ENCEPHALITIS CALIFORNIA ENCEPHALITIS

ROCIO EENCEPHALITIS


JAMESTOWN CANYON ENCEPHALITIS


SNOWSHOE HARE ENCEPHALITIS


1. Identifikasi

Kelompok virus yang menyebabkan radang akut yang dalam waktu singkat mengenai
bagian bagian dari otak, sumsum tulang belakang dan selaput otak. Tanda dan gejala
penyakit ini sama, tapi sangat bervariasi dan tergantung pada tingkat berat - ringan dan
perjalanan penyakit. Sebagian besar infeksi tidak menampakkan gejala, gejala ringan
kadang terjadi berupa sakit kepala dengan demam atau berupa aseptic meningitis. Infeksi berat biasanya ditandai dengan gejala akut, berupa sakit kepala, demam tinggi, tanda-tanda meningeal, pingsan (stupor), disorientasi, koma, gemetar, kadang kejang (terutama pada anak-anak) dan spastik (tapi jarang berupa “flaccid paralysis”).
“Case fatality rate” berkisar antara 0,3 – 60 % dengan urutan Japanese Encephalitis (JE),
Murray Valley (MV), dan Eastern Equine Encephalomyelitis (EEE) yang tertinggi. Gejala neurologis sebagai gejala sisa terjadi dengan frekuensi yang bervariasi tergantung pada penyebab infeksi dan usia penderita, gejala sisa cenderung paling berat pada anak-anak yang terinfeksi oleh JE, Western Equine Encephalomyelitis (WEE) dan virus EEE.

Lekositosis ringan biasanya terjadi pada penyakit virus yang ditularkan oleh nyamuk ini.
Ditemukan lekosit pada LCS (Liquor Cerebro Spinalis) terutama limfosit berkisar antara
50 – 500/cu mm (SI unit, 50 – 500 x 50 6
Baca Juga /l) jumlah limfosit mungkin mencapai 1000/cu mm atau lebih tinggi. (SI unit : 1000 x 10 6 /l atau lebih besar) pada anak-anak yang
terinfeksi dengan virus EEE. Orang dengan usia lebih tua mempunyai risiko lebih besar menderita ensefalitis jika infeksi disebabkan oleh virus St Louis Encephalitis (SLE) atau
oleh virus EEE, sedangkan anak usia < 15 tahun mempunyai risiko lebih besar terinfeksi virus LaCrosse dan bisa terserang kejang-kejang.

Penyakit-penyakit yang masuk dalam tickborne encephalitides harus dibedakan dengan penyakit dibawah ini yang juga memberikan gejala neurologis; encephalitic dan non-paralytic poliomyelitis, rabies, mumps meningoensefalitis, aseptic meningitis karena enterovirus, herpes ensefalitis, ensefalitis pasca infeksi atau pasca imunisasi dan encephalitides atau meningitis yang disebabkan oleh bakteri, mikoplasma, protozoa, leptospira atau jamur. Sedangkan Venezueland Equine Encephalomyelitis, Rift Valley Fever, West Nile Virus, adalah sebagai penyebab utama demam virus yang ditularkan oleh artropoda. (lihat demam virus yang disebabkan oleh artropoda) yang kadang-kadang juga
dapat menyebabkan ensefalitis.
Diagnosa dibuat dengan mengukur titer IgM spesifik serum fase akut dari LCS atau
meningkatnya titer antibodi pada pair sera dengan menggunakan prosedur netralisasi
seperti, CF, HI, FA, ELISA atau dengan tes serologis lainnya.
Reaksi silang mungkin terjadi dalam satu kelompok virus. Kadang – kadang virus dapat diisolasi dengan menyuntik tikus muda atau kultur sel dengan jaringan otak dari penderita yang sudah meninggal, jarang sekali virus dapat diisolasi dari darah atau LCS sesudah gejala klinis muncul; perubahan histopatologis tidak spesifik untuk virus tertentu.

2. Penyebab penyakit.
Tiap penyakit disebabkan oleh virus spesifik salah satu dari 3 grup virus : EEE dan WEE
oleh alfavirus (Togaviridae, Alphavirus), JE, Kunjin, MV Encephalitis, SLE dan Rocio
Encephalitis oleh flavivirus (Flaviridae, Flavivirus) dan La Crosse, California
Encephalitis, Jamestown Canyon dan Virus Snowshoe Hare oleh grup Kalifornia dari
virus bunya (Bunyaviridae, Bunyavirus).

3. Distribusi penyakit.
EEE ditemukan di bagian timur dan utara Amerika Tengah dan sekitar Kanada, menyebar di Amerika utara dan Tengah dan di Kepulauan Karibia. WEE di bagian barat dan tengah AS, Kanada dan sebagian Amerika Selatan, JE di kepulauan Pasifik bagian barat dari Jepang ke Filipina. Kasus jarang ditemukan di Pulau Badu di selat Torres dan Queensland Utara, Australia dan di sebagian besar tempat di Asia Timur, dari Korea sampai dengan Indonesia, Cina dan India; Kunjin dan MV Encephalitis ditemukan di sebagian Australia dan New Guinea, SLE di sebagian besar AS, Ontario (Kanada) dan Trinidad, Jamaica, Panama dan Brazil. Rocio Encephalitis di Brazil, LaCrosse Encephalitis di AS dari Minnesota, Texas ke timur New York dan Georgia; Snowshoehare Encephalitis ditemukan di Canada, China dan Rusia. Penderita-penderita yang disebabkan oleh virus ini ditemukan didaerah subtropis pada waktu musim panas dan awal musim gugur dan pada umumnya terbatas pada daerah atau waktu dimana suhu dan kepadatan nyamuk
4. Reservoir.
Virus grup Kalifornia hidup melewati musim dingin didalam telur Aedes; sedangkan
reservoir dan cara hidup melewati musim dingin dari virus lainnya tidak diketahui dengan jelas, mungkin burung, tikus, kelelawar, reptil, ampibi dapat berperan sebagai reservoir atau virus hidup pada telur nyamuk atau didalam tubuh nyamuk dewasa. Dengan mekanisme yang mungkin berbeda untuk tiap virus.

5. Cara penularan
Melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi. Berikut ini adalah Vektor vektor penting yang diketahui. Untuk EEE di AS dan Kanada, Culiseta melanura kemungkinan berperan
menularkan virus dari burung ke burung, kelompok Aedes dan Coquillettidia spp berperan menularkan virus dari burung atau binatang lain ke manusia.

• untuk WEE di AS barat dan Kanada, Culex tarsalis
• Untuk JE, C. tritaeniorhynchus, C. vishnui complex dan pada daerah tropis C. gelidus.
• Untuk MV mungkin C. annulatoris.
• Untuk SLE di AS, C. tarsalis, C. pipiens quinque fasciatus complex dan C.
nigripalpus.
• Untuk La Crosse, Ae. Triseriatus.

Nyamuk, terinfeksi secara transovarian namun nyamuk bisa juga mendapatkan infeksi virus seperti pada virus La Crosse dari burung liar atau mamalia kecil. Babi dan burung memegang peran penting dalam penularan JE. Virus La Crosse di pindahkan kedalamtubuh nyamuk Ae. Triseriatus, dengan cara transovarian atau pada saat kawin.

6. Masa inkubasi
Biasanya 5 – 15 hari.

7. Masa penularan :
Tidak langsung ditularkan dari orang ke orang. Virus biasanya tidak ditemukan pada
darah manusia sesudah gejala penyakit muncul. Nyamuk tetap dapat menularkan virus sepanjang hidupnya. Viremia pada burung biasanya berlangsung 2 – 5 hari, Viremia mungkin berlangsung lebih lama pada kelelawar, reptil dan amfibi, terutama apabila di selingi dengan masa hibernasi (di musim dingin). Kuda dapat terserang oleh 2 jenis virus kuda dan oleh JE, tetapi Viremia jarang sekali ditemukan dengan kadar yang tinggi atau dalam jangka waktu yang lama. Dengan demikian manusia dan kuda jarang sekali sebagai sumber infeksi bagi nyamuk.

8. Kekebalan dan kerentanan.
Anak-anak dan orang tua umumnya rentan terhadap penyakit ini; infeksi yang tidak jelas atau tidak terdiagnosa lebih umum terjadi pada kelompok umur lain. Kerentanan
bervariasi tergantung jenis virusnya, misalnya LaCrosse Encephalitis biasanya merupakan penyakit pada anak-anak; sementara gejala SLE bertambah berat sesuai dengan bertambahnya umur. Infeksi virus menimbulkan imunitas yang homolog.
Di daerah endemis tinggi, orang dewasa umumnya kebal terhadap strain/jenis lokal
disebabkan oleh karena sebelumnya telah mengalami infeksi ringan atau infeksi tanpa
gejala; anak-anak sangat rentan terhadap penyakit ini.
9. Cara-cara pemberantasan.

A. Tindakan pencegahan
1. Memberi penyuluhan kepada masyarakat tentang cara penyebaran dan
pengendalian penyakit ini.

2. Membunuh larva dan menghilangkan tempat yang diketahui dan dicurigai sebagai
tempat perindukan vektor. Misalnya memusnahkan atau menyemprot ban dengan
insektisida untuk mencegah berkembang biaknya vektor LaCrosse.

3. Membunuh nyamuk dengan pengasapan atau dengan penyemprotan yang
meninggalkan residu pada habitat manusia (lihat juga Malaria 9A 1-5).

4. Memasang kasa pada tempat tidur dan tempat tinggal, gunakan kelambu waktu
tidur.

5. Menghindari gigitan nyamuk selama jam jam nyamuk aktif menggigit atau
gunakan obat gosok anti nyamuk (repelans) (lihat Malaria 9A1-4).

6. Di daerah endemis, hewan ternak diimunisasi atau menempatkan mereka dalam kandang yang jauh dari tempat tinggal, misalnya : ternak babi didaerah endemis JE.
7. Vaksin mati yang dibuat dari otak tikus untuk JE Ensefalitis digunakan untuk
anak-anak di Jepang, Korea, Thailand, India dan Taiwan. Vaksin ini secara
komersial tersedia di AS dan di dianjurkan untuk diberikan bagi mereka yang
bepergian ke daerah pedesaan didaerah endemis.
Vaksin virus hidup yang dilemahkan dan diinaktivasi dengan formalin dari sel
primer ginjal hamster (sejenis marmut), resmi beredar dan di gunakan secara luas
di China. Bagi mereka yang secara terus menerus terpajan oleh karena bekerja di
Laboratorium, tersedia vaksin EEE, WEE (tidak aktif, kering) di US Army Medical
Research and Materiel Command, ATTN : MCMR-UMP, Fort Detric, Frederick,
MD 21702-5009 (phone : 301-619-2051).
8. Petugas Laboratorium yang terpajan secara tidak sengaja dapat dilindungi secara pasif dengan memberikan serum imun hewan atau manusia.
B. Pengawasan dari penderita, kontak dan lingkungan sekitarnya.
1. Laporan ke instannsi kesehatan setempat. Kasus wajib dilaporkan disebagian besar
negara bagian di AS dan di beberapa negara di dunia, Class 2A (lihat Pelaporan
Penyakit Menular). Laporkan Distribusi Penyakit dengan nama yang sesuai atau
dilaporkan sebagai “ensefalitis bentuk lain” atau dilaporkan sebagai “aseptic
meningitis” dengan menyebutkan etiologi atau diagnosa klinis yang jelas bila
diketahui.
2. Isolasi : tidak dilakukan. Virus biasanya tidak ditemukan didalam darah, didalam
sekret atau didalam discharge selama sakit. Tindakan kewaspadaan enterik (lihat
definisi) perlu dilakukan sampai dengan enterovirus meningoensefalitis (lihat
meningitis viral) dapat di kesampingkan.
3. Disinfeksi serentak : tidak diperlukan.
4. Karantina : tidak diperlukan.
5. Imunisasi kontak : tidak diperlukan
6. Investigasi kontak dan sumber infeksi:
Cari penderita yang terlewati dan cari
vektor nyamuk. Lakukan tes untuk melihat adanya viremia pada penderita demam dan anggota keluarga yang tidak menunjukkan gejala khusus. Yang perlu
diperhatikan terutama adalah masalah pengendalian vektor di masyarakat. (Lihat
9C, penjelasan berikut)
7. Pengobatan spesifik : tidak diperlukan.
C. Penanggulangan wabah :
1. Lakukan penyelidikan apakah telah terjadi infeksi pada kuda dan burung,
penemuan kasus-kasus yang terjadi pada manusia mempunyai nilai epidemiologis
dengan cara menghitung frekuensi dan distribusi penderita di daerah terjangkit.
Pemberian Imunisasi pada kuda tidak mempunyai efek mencegah penyebaran
virus di masyarakat. Sebaliknya pemberian Imunisasi pada babi untuk JE
mempunyai dampak yang bermakna dalam mencegah penyebaran virus.
2. Pengkabutan (fogging) atau penyemprotan (spraying) dari pesawat terbang dengan
insektisida yang tepat mencegah meluasnya wabah SLE di perkotaan.
D. Implikasi bencara : tidak ada.
E. Tindakan internasional :
Lakukan penyemprotan dengan insektisida terhadap pesawat-pesawat yang datang dari
daerah terjangkit. Manfaatkan Pusat Kerjasama WHO.




Sumber Pustaka :
Chin, James (2000) , Manual Pemberantasan Penyakit Menular

Komentar

Advertisement

loading...

TERPOPULER

Obat Penyembuh Kanker ditemukan di Kalimantan

Belum lama ini 2 Siswi SMA di Kalimantan telah menemukan obat untuk membunuh sel kanker. Obat tersebut pun telah di akui dunia.

Kedua siswi tersebut pun membawa hasil penelitiannya dalam ajang kompetisi Life Science di Seoul, Korea Selatan, pada 25 Juli 2019. Alhasil, mereka pun berhasil meraih medali Emas atas penemuan mereka tersebut.

Berkat penemuan kedua siswi Palangkaraya Kalimantan tersebut, tentu saja akan mengubah keadaan dunia medis dimasa mendatang. Ini menjadi pertama kalinya ditemukan tanaman yang mampu menyembuhkan kanker.

Sebelumnya sel kanker tidak ada obatnya, bahkan obat-obatan hanya mampu untuk meringankan perkembangan sel kanker.

Asal Mula Penemuan
Bagaimanakah kisah awal penemuan khasiat tumbuhan ini?
Adalah Daldin, warga suku Dayak asli di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, yang menyampaikan pertama kali. Ia pula yang memberi nama tumbuhan ini.
Kisahnya bermula pada 1970-1980-an. Di kurun waktu itu, ibunda Daldin menderita kanker payudara. Menurut dokter, l…

Gigi Berlubang, Harus Bagaimana? Cabut atau Tambal

Apakah anda pernah mengalami gigi berlubang?

Gigi berlubang merupakan penyakit yang dapat menyerang siapa saja, terutama bagi mereka yang kurang menjaga kebersihan gigi dan mulut.

Seringkali gigi berlubang tidak menimbulkan gejala atau sakit saat masih tahap awal. Hal ini menyebabkan gigi berlubang sering sekali diabaikan. Namun saat lubang telah membesar dan telah mencapai pulpa, rasa sakit luar biasa mulai timbul dari lubang tersebut.

Saat lubang gigi telah membesar perlu dilakukan perawatan khusus. Mulai dari penambalan atau hingga harus dicabut. Lalu bagaimanakah baiknya? Tambal atau cabut?



Baca Juga Sebelum membahas itu anda wajib mengetahui penanganan gigi berlubang sesuai dengan tingkat kerusakannya.

1. Lubang Gigi Kecil Tak Kasat Mata Saat lubang masih sangat kecil dan bahkan tidak terlihat dengan kasat mata penanganannya akan menjadi lebih mudah. Anda cukup menggunakan flouride. Flouride dapat memperbaiki enamel gigi yang telah rusak dan memberikan penambalan pada lubang ta…

Kulit Gatal saat Kedinginan? Bisa jadi Alergi dingin, Berikut Pengobatannya

Sebagian orang atau mungkin anda mungkin pernah merasakan gatal saat terpapar udara dingin. Saat udara dingin secara tiba-tiba tubuh anda terutama kulit menjadi terasa gatal. Mungkin anda akan menganggap ini hal yang aneh dan tidak wajar, tapi itu bukan berarti tidak ada penjelasan medisnya.

Penyebab gatal saat udara dingin tidak selalu dikarenakan oleh alergi dingin. Terkadang kulit memang bereaksi gatal dengan udara dingin yang kering dikarenakan udara dingin tersebut membuat kulit anda menjadi kering dan kehilangan kelembabannya.

Reaksi gatal pada kulit memiliki ciri khas masing-masing sesuai dengan reaksi yang terjadi pada kulit. Seperti misalnya alergi dingin terkadang membuat kulit menjadi bercak merah atau bahkan bentol-bentol tetapi terkadang gatal saat udara dingin hanya membuat kulit kering dan gatal biasa saja.

Macam Penyebab Gatal Saat Udara Dingin Gatal saat udara dingin dapat disebabkan oleh beberapa hal, yaitu sebagai berikut :
1. Kulit Kering  Udara yang hangat cende…

Manfaat Kesehatan dan Kandungan Nutrisi Buah Jeruk

Siapa yang tidak tahu akan buah satu ini?

Buah berwarna jingga (orange) manis ini merupakan salah satu buah yang sangat digemari. Memiliki rasa asam dan manis buah ini sangat sering disajikan dalam bentuk minuman seperti jus.

Masyarakat awam banyak yang mengetahui bahwa buah jeruk memiliki kandungan vitamin C yang cukup tinggi. Seperti kita ketahui vitamin C sangat baik untuk membantu penyembuhan sariawan dan memelihara daya tahan tubuh.

Namun ternyata buah jeruk memiliki banyak manfaat lain bagi kesehatan. Berikut manfaat buah jeruk bagi kesehatan :

Manfaat Buah Jeruk bagi Kesehatan 1. Mencegah Sakit Asma Jeruk memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu mengurangi peradangan pada saluran pernafasan. 
Pada era modernisasi sekarang ini radikal bebas semakin banyak tersebar dimana-mana. Setiap hari kita bisa terpapar radikal bebas.
Radikal bebas yang tersebar dapat menyebabkan korosi oksidasi. Korosi oksidasi dapat memperburuk peradangan dan menyebabkan asma. Jeruk dapat menetra…

Luruhkan Batu Empedu dengan Apel

Siapa yang tidak tahu buah satu ini?
Apel adalah salah satu buah paling favorit bagi masyarakat dunia. Terdapat beragam jenis apel yang tersebar di seluruh dunia, namun di Indonesia kita sendiri mengenal 2 jenis yang cukup familiar, yaitu Apel Amerika (import) dan Apel Malang (lokal).

Sebagai buah yang cukup sering di buat Jus, siapa sangka ternyata buah ini dapat digunakan untuk mengobati batu empedu.

Baca Juga Batu empedu merupakan kumpulan kolesterol yang mengeras di dalam empedu. Pengerasan kolesterol ini dapat terjadi karena beberapa hal diantaranya ialah karena terlalu banyak mengonsumsi makanan yang berminyak.

Sejak dahulu apel dipercaya dapat melunakkan batu empedu dan membantu mengeluarkannya dari tubuh bersama dengan tinja. Batu empedu yang tidak di keluarkan sangat berbahaya bagi kesehatan.

Cara Menguarkan Batu Empedu secara Alami
Cara pengobatan sebagai berikut :
1. Minumlah empat gelas sari buah apel segar setiap hari, atau makanlah empat atau lima buah apel segar. Lakuk…