Langsung ke konten utama

Macam Penyakit Demam Virus dan Cara Penanggulangannya


PENYAKIT ARTHRITIS DENGAN RUAM YANG DISEBABKAN OLEH VIRUS

DAN DITULARKAN OLEH ARTHROPODA

(Polyarthritis and Rash, Ross River fever, Epidemic polyarhtritis)


DEMAM CHIKUNGUNYA

DEMAM MAYARO

(Mayaro fever, Uruma fever)

DEMAM O’NYONG-NYONG 

PENYAKIT VIRUS SINDBIS (OCKELBO)

DAN PENYAKIT VIRUS LAINNYA
(Penyakit Pogosta, Demam Karelian)

1. Identifikasi.

Penyakit demam virus jenis ini sembuh dengan sendirinya ditandai dengan arthralgia atau arthritis, terutama di pergelangan tangan, lutut, pergelangan kaki dan persendian lainnya dari kaki dan tangan yang berlangsung beberapa hari hingga berbulan-bulan. Pada kebanyakan penderita, artritis berlangsung 1-10 hari diikuti dengan ruam makulopapulair, biasanya tidak gatal. Mengenai terutama bagian tubuh dan lengan. Enantema muncul pada daerah bucal dan palatum. Ruam menghilang dalam 7 –10 hari diikuti dengan deskuamasi
ringan.

Kadang-kadang tidak ada demam. Sering terjadi Limfadenopati pada leher. Pada
beberapa kasus, kadang-kadang muncul parestesia dan melunaknya telapak tangan dan telapak kaki. Ruam juga sering terjadi pada infeksi yang disebabkan oleh virus Mayaro, Sindbis, Chikungunya dan virus O’nyong-nyong. Poliartritis adalah cirri khas dari infeksi Chikungunya, Sindbis dan virus Mayaro.

Perdarahan minor pernah ditemukan pada penderita Chikungunya di wilayah Asia
Tenggara dan India (Lihat DHF). Pada Chikungunya umumnya terjadi lekopeni; penyakit kadang-kadang berlangsung agak lama. Tes serologis menunjukkan adanya kenaikan titer terhadap alfavirus, virus bisa diisolasi dari darah pasien akut dengan menggunakan bayi tikus, nyamuk atau kultur sel.

2. Penyebab penyakit 

 Virus Ross River dan Barmah Forest, Sindbis, Mayaro,
Chikungunya dan virus O’nyong-nyong menyebabkan penyakit dengan gejala yang sama.

3. Distribusi penyakit.

KLB (Kejadian Luar Biasa) yang cukup besar dari penyakit Ross River (epidemic
polyarhtritis) pernah terjadi di Australia negara bagian Victoria dan Australia bagian Selatan, Pantai New South Wales, Autralia Barat, Northern Territory, Queensland Baca Juga
mencapai puncak pada bulan Januari sampai dengan Mei. Kasus sporadis terjadi di Pantai Australia dan New Guinea. Tahun 1979 KLB yang cukup besar juga terjadi di Fiji dan menyebar ke Kepulauan Pasifik lain termasuk Tonga dan kepulauan Cook, dengan total penderita yang 15.000 yang dilaporkan di Samoa Amerika saja pada tahun 1979-1980.

Infeksi oleh virus Barmah Forest dilaporan di Queensland, Northern Territory dan
Australia Barat. Virus Chikungunya ditemukan di Afrika, India, Asia Selatan, dan kepulauan Filipina. Virus Sindbis ditemukan di belahan bumi bagian timur. Virus O’nyong-nyong diketahui hanya ada di Afrika, wabah yang terjadi pada tahun 1959-1963 dan 1996-1997 menimbulkan jutaan orang penderita di seluruh Asia Timur. Mayaro ditemukan di bagian utara Amerika Selatan dan Trinidad.

4. Reservoir

Reservoir tidak diketahui untuk sebagian besar virus. Penularan transovarian dari virus Ross River di temukan terjadi pada Aedes vigilax, temuan ini membuktikan bahwa serangga dapat berperan sebagai reservoir. Siklus penularan yang sama bisa juga berlaku dengan virus-virus lain dari kelompok ini. Burung merupakan sumber infeksi bagi
nyamuk untuk virus sindbis.


5. Cara penularan

Virus Ross River ditularkan oleh Culex annulirostris, Ae. Vigilax, Ae. polynesiensis dan Aedes spp lainnya. Virus chikungunya ditularkan oleh Aedes aegypti dan mungkin juga ditularkan oleh nyamuk jenis lain, virus o’nyong-nyong oleh anopheles spp, virus Sindbis oleh berbagai Culex spp, terutama C. univittatus dan C. morsitans dan Ae. communis. Virus Mayaro oleh Mansonia dan Haemagogus spp.


6. Masa inkubasi : 3 – 11 hari


7. Masa penularan : Tidak ada bukti terjadi penularan langsung dari manusia ke manusia.

8. Kerentanan dan kekebalan.

Umumnya penderita sembuh secara spontan dan diikuti dengan imunitas homolog yang
berlangsung lama, terjadinya serangan kedua oleh penyakit ini belum di ketahui. Infeksi yang tidak jelas sering terjadi, terutama pada anak anak, pada kelompok ini yang jelas jelas terlihat sakit sangat jarang. Pada saat terjadi wabah, poliartritis, arthritis lebih sering terjadi pada wanita dewasa dan pada orang-orang yang secara genetis memiliki fenotipe
HLA DR7 Gm a+x+b+ .


9. Cara-cara Pemberantasan

A. Tindakan pencegahan.
Tindakan yang umum dilakukan pada “mosquito-borne viral encephalitis” dapat juga diterapkan disini (lihat bab Ensefalitis virus yang ditularkan oleh Artropoda
“Arthropode-borne Viral Encephalitis”, seksi 19A,1-5 dan 8)

B. Pengawasan penderita kontak dan lingkungan sekitarnya.
1. Laporan pada instansi kesehatan setempat yang berwenang : Untuk daerah
endemis tertentu, di banyak negara, bukan termasuk penyakit yang harus
dilaporkan, class 3B (lihat tentang pelaporan penyakit menular).
2. Isolasi : untuk menghindari penularan lebih lanjut, lindungi pasien dari gigitan
nyamuk.
3. Disinfeksi serentak : tidak perlu dilakukan.
4. Karantina : tidak perlu dilakukan.
5. Imunisasi bagi orang orang yang kontak : tidak diperlukan.
6. Lakukan investigasi terhadap kontak dan sumber infeksi : lakukan pencarian
penderita yang tidak dilaporkan dan tidak terdiagnosa di tempat dimana penderita
pernah tinggal 2 minggu sebelum sakit, lakukan tes serologis bagi semua anggota
keluarga.
7. Pengobatan spesifik : tidak ada 

C. Penanggulangan wabah :
Cara penanggulangannya sama seperti pada demam virus yang ditularkan oleh
Artropoda (lihat Demam Dengue, 9C).
D. Implikasi bencana : tidak ada.
E. Tindakan internasional : Manfaatkan Pusat-pusat kerjasama WHO


Sumber Pustaka :
Chin, James (2000) , Manual Pemberantasan Penyakit Menular

Komentar

TERPOPULER

Manfaat Kesehatan dan Kandungan Nutrisi Buah Jeruk

Siapa yang tidak tahu akan buah satu ini?

Buah berwarna jingga (orange) manis ini merupakan salah satu buah yang sangat digemari. Memiliki rasa asam dan manis buah ini sangat sering disajikan dalam bentuk minuman seperti jus.

Masyarakat awam banyak yang mengetahui bahwa buah jeruk memiliki kandungan vitamin C yang cukup tinggi. Seperti kita ketahui vitamin C sangat baik untuk membantu penyembuhan sariawan dan memelihara daya tahan tubuh.

Namun ternyata buah jeruk memiliki banyak manfaat lain bagi kesehatan. Berikut manfaat buah jeruk bagi kesehatan :

Manfaat Buah Jeruk bagi Kesehatan 1. Mencegah Sakit Asma Jeruk memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu mengurangi peradangan pada saluran pernafasan. 
Pada era modernisasi sekarang ini radikal bebas semakin banyak tersebar dimana-mana. Setiap hari kita bisa terpapar radikal bebas.
Radikal bebas yang tersebar dapat menyebabkan korosi oksidasi. Korosi oksidasi dapat memperburuk peradangan dan menyebabkan asma. Jeruk dapat menetra…

Gigi Berlubang, Harus Bagaimana? Cabut atau Tambal

Apakah anda pernah mengalami gigi berlubang?

Gigi berlubang merupakan penyakit yang dapat menyerang siapa saja, terutama bagi mereka yang kurang menjaga kebersihan gigi dan mulut.

Seringkali gigi berlubang tidak menimbulkan gejala atau sakit saat masih tahap awal. Hal ini menyebabkan gigi berlubang sering sekali diabaikan. Namun saat lubang telah membesar dan telah mencapai pulpa, rasa sakit luar biasa mulai timbul dari lubang tersebut.

Saat lubang gigi telah membesar perlu dilakukan perawatan khusus. Mulai dari penambalan atau hingga harus dicabut. Lalu bagaimanakah baiknya? Tambal atau cabut?



Baca Juga Sebelum membahas itu anda wajib mengetahui penanganan gigi berlubang sesuai dengan tingkat kerusakannya.

1. Lubang Gigi Kecil Tak Kasat Mata Saat lubang masih sangat kecil dan bahkan tidak terlihat dengan kasat mata penanganannya akan menjadi lebih mudah. Anda cukup menggunakan flouride. Flouride dapat memperbaiki enamel gigi yang telah rusak dan memberikan penambalan pada lubang ta…

Luruhkan Batu Empedu dengan Apel

Siapa yang tidak tahu buah satu ini?
Apel adalah salah satu buah paling favorit bagi masyarakat dunia. Terdapat beragam jenis apel yang tersebar di seluruh dunia, namun di Indonesia kita sendiri mengenal 2 jenis yang cukup familiar, yaitu Apel Amerika (import) dan Apel Malang (lokal).

Sebagai buah yang cukup sering di buat Jus, siapa sangka ternyata buah ini dapat digunakan untuk mengobati batu empedu.

Baca Juga Batu empedu merupakan kumpulan kolesterol yang mengeras di dalam empedu. Pengerasan kolesterol ini dapat terjadi karena beberapa hal diantaranya ialah karena terlalu banyak mengonsumsi makanan yang berminyak.

Sejak dahulu apel dipercaya dapat melunakkan batu empedu dan membantu mengeluarkannya dari tubuh bersama dengan tinja. Batu empedu yang tidak di keluarkan sangat berbahaya bagi kesehatan.

Cara Menguarkan Batu Empedu secara Alami
Cara pengobatan sebagai berikut :
1. Minumlah empat gelas sari buah apel segar setiap hari, atau makanlah empat atau lima buah apel segar. Lakuk…

Kulit Gatal saat Kedinginan? Bisa jadi Alergi dingin, Berikut Pengobatannya

Sebagian orang atau mungkin anda mungkin pernah merasakan gatal saat terpapar udara dingin. Saat udara dingin secara tiba-tiba tubuh anda terutama kulit menjadi terasa gatal. Mungkin anda akan menganggap ini hal yang aneh dan tidak wajar, tapi itu bukan berarti tidak ada penjelasan medisnya.

Penyebab gatal saat udara dingin tidak selalu dikarenakan oleh alergi dingin. Terkadang kulit memang bereaksi gatal dengan udara dingin yang kering dikarenakan udara dingin tersebut membuat kulit anda menjadi kering dan kehilangan kelembabannya.

Reaksi gatal pada kulit memiliki ciri khas masing-masing sesuai dengan reaksi yang terjadi pada kulit. Seperti misalnya alergi dingin terkadang membuat kulit menjadi bercak merah atau bahkan bentol-bentol tetapi terkadang gatal saat udara dingin hanya membuat kulit kering dan gatal biasa saja.

Macam Penyebab Gatal Saat Udara Dingin Gatal saat udara dingin dapat disebabkan oleh beberapa hal, yaitu sebagai berikut :
1. Kulit Kering  Udara yang hangat cende…

Penyakit HIV-AIDS : Definisi, Pencegahan dan Pengobatan

Acquired Immunodeficiency Syndrome (Infeksi HIV, AIDS)

1. Identifikasi.
AIDS adalah sindroma penyakit yang pertama kali dikenal pada tahun 1981. Sindroma ini menggambarkan tahap klinis akhir dari infeksi HIV. Beberapa minggu hingga beberapa bulan sesudah terinfeksi, sebagian orang akan mengalami penyakit “self-limited mononucleosis-like” akut yang akan berlangsung selama 1 atau 2 minggu.
Orang yang terinfeksi mungkin tidak menunjukkan tanda atau simptom selama beberapa bulan atau tahun sebelum manifestasi klinis lain muncul. Berat ringannya infeksi ”opportunistic” atau
munculnya kanker setelah terinfeksi HIV, secara umum terkait langsung dengan derajat kerusakan sistem kekebalan yang diakibatkannya.
Definisi AIDS yang dikembangkan oleh CDC Atlanta tahun 1982 memasukkan lebih dari selusin infeksi “opportunistics” dan beberapa jenis kanker sebagai indikator spesifik akibat dari menurunnya kekebalan tubuh.
Di tahun 1987, definisi ini diperbaharui dan diperluas dengan memasukkan…